Equity of Green Product

green and fair productMasyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan konservasi adalah masyarakat yang tersentuh langsung atau merasakan secara langsung dampak dari pengelolaan kawasan konservasi dan zona penyangganya. Banyak tumbuhan yang potensial untuk dijadikan komoditi atau barang untuk diperjualbelikan, dibudidaya atau bahan obat adalah tumbuhan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat sebagai bahan makanan dan obat tradisional. Lebih dari itu, masyarakat yang membantu mengelola dan melestarikan tumbuhan tersebut serta habitanya dengan menjalankan upaya eksperimen, budidaya, dan pengelolaan sumber daya alam.

Pengelolaan dan pemasaran sumber daya alam secara lestari merupakan upaya konservasi yang bisa membantu melindungi keanekaragamanhayati dan menjaminkan kehidupan yang baik bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan konservasi. Pemasaran produk yang mempunyai nilai pasar yang tinggi dapat meningkatkan manfaat konservasi bagi masyarakat setempat.

Yayasan WWF Indonesia bekerjasama dengan kelompok Ibu-Ibu dan Bpk-Bpk di beberapa desa di seluruh tanah air untuk membantu mempromosikan dan memasarkan produk yang terbuat dari bahan alami setempat. WWF beranggapan bahwa produk ini adalah produk “terjamin” dalam arti produk yang memenuhi beberapa kriteria mendasar dari segi ekologi dan sosial.

Produk tersebut adalah produk yang berasal dari daerah konservasi yang dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat; produk tersebut yang diambil atau dibudidaya secara berkelanjutan; produk tersebut yang diolah oleh usaha-usaha kecil milik masyarakat; produk teresbut dijual dengan harga pasar yang adil dengan sistim penentuan harga yang transparen; dan hasil dari penjulan produk tersebut kembali kepada masyarakat/produsen.

Kriteria yang Harus Dipenuhi:

  • Produk “hijau” karena berasal dari kawasan hutan, laut, dan ladang/kebun kawasan konservasi yang dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat.
  • Produk “hijau” karena terbuta dari bahan alami yang dipanen secara berkelanjutan.
  • Produk “hijau” karena produk pertanian yang dibudidaya oleh masyarakat setempat tanpa penggunaan pestisida maupun penyubur tanah dari bahan kimia.
  • Produk keberadilan karena hasil dari penjualannya dapat meningkatkan kehidupan masyarakat dan upaya mereka untuk mengelola lahan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  • Produk keberadilan karena senua hasil dari penjualannya kembali kepada masyarakat lokal dan membantu perekonomian setempat.
  • Produk “keberadilan” karena dijual dengan nilai pasar yang pas dan harga yang adil bagi produsen.
  • Produk “keberadilan” karena cara produksinya sesuai dengan kondisi setempat dan dikelola secara baik tanpa memberatkan bagi pihak produsen khususnya kaum perempuan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s