Be a Truly Volunteer (Refleksi Pasca Pelatihan)

Begitulah sejatinya menjadi seorang sukarelawan. Tidak mengharapkan apa2. Hanya berusaha menguatkan jiwa sosialis diantara kita. Tetapi tidak sekedar sosialis, bahkan lebih. Baginda yan kita cintai Muhammad, memberikan intruksinya kepada saudaranya yang seiman dengan berItsar.

Hal itulah yang ditempa dalam diri kami dalam pelatihan yang berjudul ‘Disaster Preparedness Training’ yang diadakan oleh Mer-C Pusat yang bekerja sama dengan SAR Sampoerna pada tanggal 19-21 maret 2010. Acara yang sama, juga telah dilaksanakan juga dikota-kota besar seperti Ambon, Gorontalo, Makasar, Semarang dan terkhir kota Padang. Pelatihan yang diberikan dalam bentuk materi, outbond, dan simulasi. Kita para sukarelawan yang terdiri dari berbagai macam latar dan background, diinapkan pada sebuah tenda besar yang mampu menampung 30 orang. Selama pelatihan, kita diberi fasilitas makanan,slayer, topi, baju, dan sertifikat.

Materi yang kita dapatkan berupa pengetahuan seputar Pra bencana, Sewaktu bencana dan Pasca bencana. Mulai dari manajemen bencana,radio dan komunikasi, logistic, posko, peta dan naviagasi serta sikap, mental, etika seorang relawan serta sampai dengan hal hal yang berbau medis. Outbond berupa pebuatan perahu sederhana-yang bahannya terbuat dari bambu, triplek, tali dan pengapung plastic ; pertolongan pada korban luka dan patah tulang serta tekniik CPR (nafas buatan) dan press jantung. Dan ternyata teknik CPR itu bukan hanya dilakukan pad korban tenggelam, tetapi juga karena pingsan akibat kecelakaan, penyakit ; tidak terdeteksi adanya aliran nafas atau yang biasa disebut 3D ( didengar, dirasa, dilihat) didengar adanya suara nafas, dirasa adanya hembusan nafas dan dilihat bagian dada yang mengempis dan mengembang. Hal ini yang membuat para peserta menjadi deg-deg kan karena langsung praktek M to M (Mouth to Mouth) sembari instruktur memberikan pemahaman. Saya juga termasuk diantara peserta yang melakukan prektek ini dengan menggunakan boneka karet.

Banyak dari peserta yang antusias mengikuti pelatihan yang bisa saya sebut pelatihan yang “ langka ”, karena belum ada organisasi atau sebuah lembaga yang mengadakan pelatihan ini dengan gratis dan pesertanya masih berwawasan kurang terhadap Bencana Alam.

Intruktur pelatihan megatakan kepada kami :

“ Menjadi seorang relawan berarti mengihklaskan diri, bersedia dan merelakan untuk dipimpin, bekerja dalam tim dalam menaggulangi bencana lama yang terjadi baik disekitar kita ataupun di tempat lain. Sopan, santun, perhatian dan empati. Tidak boleh seenaknnya bersikap hanya karena kita seorang relawan. Tetap saja bagi korban bencana alam, mereka tetap dihormati dan dihargai.

Tidak hanya itu saja ternyata. Juga kepada sesama relawan, mesti merelakan sifat sehingga tidak ada lagi kata kata “ Seharusnya saya yang memimpin!” atau “ Saya bisa bekerja lebih dari kamu” walaupun kita sebagai relawan memiliki kafaah atau pengetahuan di bidang itu. Relakan dan ikhlaskanlah..!

Ketika bencana melanda, seseorang tidak hanya diuji dengan kekurangan air dan bahan makan, hilangnya anggota keluaga, rumah yang rata dan hancur akigat gempa atau tersapu oleh kuatnya arus air dan segala bentuk bencana lainnya, ternyata seseorang juga diuji dengan nurani antar sesama walaupun kita mendapat ujian yang sama.

Kata kata yang sering muncul bagi mereka yang tertimpa bencana adalah “Aku bagaimana? makanan untuk aku mana? Mana baju untuk aku? Aku belum minum? Hal itulah yang kita temui di lapangan.

Yah.. lagi-lagi aku, aku lagi dan aku aku lainnya yang memenuhi kalimat mereka.

Wah dapat Sertifikan Pelatihan

Sebenarnya tidak ada jaminan bahwa kita yang telah mendapat sertifikat, semuanya it tergantung pada aktiivtas kita setelah pelatihan selesai. langsung ikut dan berperan aktif di tengah masyarakat. tak jadi soal dipimpin oleh siapa, atau sesuai dengan bidang kita atau tidak. yang jelas kita mesti menanamkan kuat2 pada diri kita bahwa, Saya harus Bergerak …!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s