2 SKS Dalam 3 jam Bersama Tante Mien Rumbiak dan Om Max Mirino | Part. 3

Salah satu perjalan terhebat dimulai sewaktu akhir tahun di bulan Desember 2011. Perjalan ke Papua tidak terduga sama sekali. Momennya bisa dibilang pas, yaitu sewaktu akhir tahun 2011. Ada satu hal yang membuat mind set berubah tentang Papua ketika berdiskusi dengan Dosen Antropologi Universitas Cendrawasih, Jayapura Mien Roembiak dan berbincang dengan Salah satu Angggota Dewan Jayapura. Awalnya ketika diriku dan teman-teman (biasanya) ketika mendengan kata PAPUA-IRIAN JAYA-SUKARNAPURA, yang teringat yaitu kehidupan tradisional yang masih bertahan sampai sekarang, berikut dengan pranata sosial sosialnya serta kekayaan alam Papua yang sangat bernilai yang memiliki kandungan logam yang berharga.

Diriku menyimak dengan seksama, Sembari membuka sebuah buku besar sewaktu diskusi dengan beliau (Mien Roembiak) dan gambar-gambar, yang berisi tentang semua bagian dari wilayah  berikut dengan penjelasan suku-suku Tradisionnal Papua. Begitu luar biasanya jumlah suku-suku yang ada di Papua. Yang jelas ada ratusan. Dan masing masing suku memiliki peraturan sendiri, wilayah sendiri dan bahasa sendiri. Ketika beliau menjelaskan, diriku selalu membandingkan dengan budaya yang ada di Sumatra Barat.

Dari segi hutan, Papua diliputi oleh hutan yang sangat lebat. Bahkan, Masih banyak wilayah hutan yang masih belum terjelajahi oleh manusia. Masih sangat-sangat alami. Dari segi keanekaragaman hayati, terdapat spesies yang hanya di temukan di Papua seperti Burung Cendrawasih. Banyak spesies yang belum di klasifikasikan ke dalam taksonomi dan banyak pakar-pakar Biologi, Enviromentalis baik dalam negri dan luar Indonsia, mengadakan penelitian di Papua. Dari segi kekayaan alam, mineral dan barang tambang seperti emas, tembaga dan terdengar informasi tentang adanya Uranium di Papua.

Ternyata tidak ada jaminan yang pasti ketika kekayaan alam yang ada menjamin kesejahteraan rakyatnya. hal ini juga terjadi di Papua. Dengan kekayaaan alam yang begitu besarnya, ternyata tidak dimanajemen dengan baik dan adanya pihak lain ataupun kepentingan-kepentingan lain yang memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga sumberdaya alam yang ada tidak sampai manfaatnya ke tangan masyarakat. Hal ini yang disampaikan oleh Ketua Komisi E DPR Jayapura, Marcus W. Mirino (Sapaan Hangat- Om Max Mirino).  Beliau mengatakan ;

MArcus W Mirino - Ketua Komisi E DPR Jayapura.“ Hasil Bumi yang Papua sumbangkan ke Kas negara itu sangat banyak. 90 % nya itu berasal dari Papua. Tetapi kita hanya menerima hanya 2 % saja. Hanya 2 % saja. Kita memberi 90% dan kita dapat 2 %. Hal ini karena sifat yang desentralisasi. Artinya semua hasil bumi itu disetorkan ke Pusat, kemudian dari pusat yang memanajemen berapa persen yang didapat dari masing-masing propinsi yang ada di Indonesia berdasarkan jumlah penduduk. Hal yang menyebabkan kenapa terjadi perselisihan di bumi Papua. Tidak adanya kesesuaian antara memberi dan menerima.

“Kemudian, ketika terjadi kerusuhan, dengan tewasnya Anggota Polri dan karyawan perusahaan akibat tertembak di salah satu daerah, maka pihak rakyat Papua yang dipersalahkan dengan alasan pihak Rakyat yang memulai kerusuhan tersebut”. Beliau menambahkan, “mana ada rakyat biasa (tradisional) yang terbiasa memegang tombak dan panah, ahli menembakkan senapan (Sniper) dari jarak jauh..! kecuali oleh orang yang telah terlatih”. Hal ini membuktikan, bahwa ada suatu oknum atau pihak yang sengaja membuat sebuah kerusuhan dengan tujuan tertentu agar masyarakat yang dipersalahkan karena isu-isu tentang pemisahan diri Papua dari Indonesia berasal dari rakyat.” Rakyat hanya meminta bagian dari haknya. Itu saja. Mereka meminta hak nya. Hak yang berasal dari wilayah mereka yang orang lain ambil keutungan dari itu dan pihak keamanan mencoba untuk melindungi mereka dari rakyat Papua”.

huf.., Paragraf yang sedikit menegangkan buat ku..

Dari situ terbuka pikiranku tentang Papua. Hal ini berkebalikan dengan apa yang media sampaikan. Sedikit menegangkan ketika berdiskusi. Baru bebrapa sisi lain yang om dan tante coba jelaskan kepadaku tentang Papua. Belum semuanya. Diriku juga menantikan, kapan lagi bisa ketemu dan berbicara panjang lebar lagi dengan tante dan om tentang Papua.

Rencananya : PULAU BIAK..

Advertisements

2 thoughts on “2 SKS Dalam 3 jam Bersama Tante Mien Rumbiak dan Om Max Mirino | Part. 3

  1. I have trie to read this piece but I would be pleased if someone could give a summary in English, I am very interested but I don’t know the Behasa Indonesia? Just aa few words n the matter would suficce, thank you,
    Mira K

    1. Dear Mira K
      This Article explain about the other site of Papua Island in Indonesia. Papua has Great Biodiversity, Mine such as gold, copper, and iron and etc. but poverty is the one of the big problem that in Papua. i talked with Marcus w Mirino,is the member of the Papua Parliament. he said that Papua has been donated 92% of gold, but there are no significant change there. Poverty is every where. the Systems also consider culture so, that make policy maker difficult to overcome problem there.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s