Organisme Indikator | Capung atau Ikan Sapu-Sapu ?

Kita bisa belajar banyak dari perilaku, insting, serta pola hidup dari hewan. Termasuk keberadaan sekelompok hewan yang berada disekeliling kita. Keberadaan hewan tersebut memiliki peran, indikator, akibat adanya interaksi dengan lingkungan baik lingkungan tesebut masih asri ataupun sudah terkontaminasi oleh limbah, sampah dan lain baik berupa hutan, sungai, lautan, dan udara sekalipun.

Kita bisa mengukur kejernihan dari sebuah sungai dengan melihat keberadaan dari hewan tertentu yang berada di atau sekitar sungai tersebut. Contohnya, Capung (ordo : Odonata). Capung termasuk ke dalam kelompok insecta (serangga). Untuk mempertahankan keberadaannya dalam sebuah berbagai komunitas organisme lansekap yang luas, capung membutuhkan sungai untuk meletakkan telur. Kandidat sungai yang capung pilihpun tidak sembarangan. Capung sangat-sangat menyukai sungai yang bersih dan airnya jernih untuk menjaga kelansungan hidup dari sang calon capung (Naiat) meskipun ‘sungai’ tersebut tergolong kecil atau belum bisa dikatakan sungai. Jadi keberadaan capung, mesti ada pada sungai dan mutrlak ada jika kita mengaktegorikan sungai tersebut itu jernih. Tidak hanya capung saja, tetapi masih ada beberapa organisme lain yang juga berperan dalam paramater suatu sungai itu berih, asri dan jernih.

Hal sebaliknya juga berlaku jika suatu sungai tercemar dengan limbah pabrik, sampah dan jenis zat lainnya yang menjadikan sungai tidak jernih. Kali Ciliwung di Jakarta, yang sering kita dengan di media cetak atau elektronik merupakan contohnya. Bayangkan saja, airnya tidak bisa dijadikan untuk menyiram tanaman, apalagi sebagai sumber air untuk minum. Kali ciliwung tidak akan pernah kita temukan temukan capung dan hewan lainnya. Yang kita temukan hanya ikan-ikan seperti ikan sapu-sapu. Ikan ini merupakan indikator bagi sebuah sungai yang tercemar. Pencemaran ini disebabkan oleh adanya limbah pabrik, sampah-sampah penduduk sekitar sungai dan lain sebagainya.

Limbah pabrik Karet di Sumbar | Air sungai yang keruh, berbau dan adanya busa-busa getah di tepian sungai.
Limbah pabrik Karet di Sumbar | Air sungai yang keruh, berbau dan adanya busa-busa getah di tepian sungai.

Di Sumatra Barat, kita bisa melihat populasi ikan sapu-sapu telah berada pada tingkat yang tinggi dan akan terus naik jika limbah masih dibuang ke sungai dan mengotori sungai dan tidak ada predator bagi ikan sapu-sapu. Ikan ini bersifat omnivora dan mampu bertahan pada kondisi air yang kotor dan dengan sumber makanan yang berasal dari limbah dan alga yang tumbuh di tepi sungai. Ikan ini sangat melimpah populasinya di sungai yang dekat dengan pabrik karet di Banuaran  dan sekitarnya di Kota Padang.

Bagi kita yang berlokasi di sekitar sungai, jangan membuang sampah baik yang bersifat organik ataupun anorganik. Jika sampah organik seperti lebih baik ditimbun saja, karena akan terurai oleh tanah. Jika sampah anorganik seperti plastik, lebih baik dibuang ke tempat sampah karena plastik tersebut akan di pisah pisah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang akan digunakan kembali untuk berbagai keperluan. Hal ini juga berlaku untuk sebuah masyarakat yang tinggal di suatu daerah. Pemerintah memiliki kewenangan tertinggi terhadap hal ini. Banyangkan saja jika perda tentang manajemen limbah dan sampah di laksnakan dengan pengawasan yang baik dan berlanjut, maka pencemaran sungai dapat ditekan secara signifikan.

Bagaimana dengan keberadaan capung di sungai yang berada di sekitar lokasi rumah kita?

Advertisements

2 thoughts on “Organisme Indikator | Capung atau Ikan Sapu-Sapu ?

  1. Mantap! Ya, sapu-sapu sudah mulai banyak di sungai kota padang. Depitra Wiyaguna meneliti ikan ini.

    Banyak capung berarti lingkungan sehat, tidak perlu insektisida. Capung itu pemakan serangga hama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s