Dalam Perspektif Sosial, Pernikahan Sejenis Gagal Dalam Memenuhi 5 Faktor.

Gambar - massresistance.org
Pernikahan Sesama Jenis
Gambar – massresistance.org

Dalam perspektif sosial, Pernikahan sejenis gagal dalam 5 Faktor ini.

Berikut saya kutip dari Family Research Council

1. Anak-anak Sangat Membutuhkan Kedua Orangtua Biologis Mereka .

Pasangan homoseksual biasanya menggunakan bayi tabung (fertilisasi in vitro/IVF ) atau ibu pengganti menjadikan anak-anak yang terpisah dari ibu atau ayah mereka. psikiater Kyle Pruett Yale Child Study Center melaporkan bahwa anak-anak IVF sering bertanya kepada ibu tunggal atau lesbian mereka tentang ayahnya, dan sering kali mengajukan pertanyaan kepada ibu mereka seperti: “Ibu, apa yang ibu lakukan dengan pada” atau ” Dapatkah saya menulis surat kepada ayah? ” atau” Apakah ayah pernah melihat saya?”

2. Anak-anak Sangat Membutuhkan Ayah.

Jika perkawinan sesama jenis menjadi hal yang umum, maka sebagian besar anak anak yang dibesarkan dalam pasangan sejenis, maka anak-anak akan menjadi pasangan lesbian. Karena terpisah dari ayah. Antara lain, kita tahu bahwa ayah unggul dalam mengurangi perilaku antisosial dan kenakalan anak laki-laki dan aktivitas seksual pada anak perempuan. Suatu hal yang luar biasa dari peran ayah sangat sangat berpengaruh secara sosial dan biolois. Sebuah studi menunjukkan bahwa anak perempuan lebih cepat masa pubertasnya dan kemungkinan hamil pada usia yang relatif muda lebih tinggi jika dibandingkan keluarga pada yang utuh.

3. Anak-anak Juga Sangat Membutuhkan Ibu.

Ibu dan anak memiliki ikatan batin dan emosional yang kuat.   Ibu sangat ahli menilai karakter dan sifat serta kejadian yang menimpa pada anak-anak. hal itu karena ibu memiliki intuisi terhadap apa yang dialami oleh anak-anaknya. hal ini yang tidak dapat dipenuhi terutama pada wanita yang memutuskan untuk menikah sejenis.

4. Anak yang dibesarkan oleh homoseksual lebih mungkin untuk mengalami gender dan gangguan seksual.

Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga lesbian atau homoseksual memiliki peluang yang lebih tinggi dalam gangguan gender dan seksual. Judith Stacey, seorang sosiolog dan advokat untuk perkawinan sesama jenis di Amerika  mengatakan “orangtua lesbian dapat membebaskan anak perempuan dan anak laki-laki tapi tidak seimbang dalam pemahaman posisi gender secara umum.” Kesimpulan nya di sini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa anak laki-laki dari keluarga lesbian terlihat kurang maskulin sedangkan anak perempuan dari keluarga lesbian terlihat lebih maskulin.

5. Perempuan dan pernikahan itu “menjinakkan” pria.

Pria yang sudah menikah umumunya memiliki penghasilan yang lebih, bekerja lebih keras, tidak meminum alkohol, ekspektasi hidup lebih lama, lebih banyak menghabiskan waktu dalam menghadiri layanan keagamaan, dan setia. tingkat testosteron pria cendrung menurun, terutama ketika mereka telah memiliki anak-anak di rumah. Pada pernikahan homoseksual, tidak akan faktor faktor yang dapat “menjinakkan” pria karena faktor tersebut lebih cendrung dimiliki oleh wanita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s