Athena dan Hijab| Efektifitas terhadap Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual merupakan suatu bentuk kriminal. Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja. Dikutip dari laman Huffington (huffington.com) bahwa 3 juta wanita mengalami pelecehan seksual (baik secara verbal atau fisik, baik di tempat publik atau tersembunyi) setiap tahunnya. Setiap 6 menit,  seorang wanita mengalami pelecehan seksual. (http://www.endviolenceagainstwomen.org.uk/).

athena
Athena
safelet
Safelet
revolar
Revolar

Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat suatu perangkat teknologi yang ‘canggih’. Alat tersebut dinamakan Athena. Sebelumnya telah ada beberapa perangkat dengan fungsi yang sama seperti Safelet dan Revolar. Athena dikembangkan oleh Indiegogo. Caranya cukup dengan menekan tombol, kemudian alat tersebut secara otomatis menandai lokasi si pemakai dan mengirimkan pesan ke keluarga dan sahabat bahwa sipengguna mengalami pelecehan seksual. Perangkat ini bisa selipkan pada baju, celana, ikat pinggang, tas ataupun bisa digunakan sebagai hiasan seperti kalung.

 

Tetapi saya kali ini tidak membahas tentang perangkat ini. Saya ingin membahas sedikit tentang efektivitas alat ini terhadap pelecehan seksual dan membandingkan metoda dalam mengatasi kejahatan tersebut yaitu dengan menggunakan Athena dan berpakaian dengan menutup tubuh. Mana yang lebih efektif dan efisien.

Satu ons Pencegahan Mendatangkan Satu Pons Pengobatan

Pelecehan seksual terjadi karena pria yang tidak mampu menahan nafsu atau wanita yang secara sengaja atau tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Pria dan wanita sama sama berperan dalam memicu aksi pelecehan seksual. Pria cendrung melakukan tindakan tersebut baik secara verbal atau fisik karena korban terlihat menarik dan berpakaian yang cendrung terbuka. Pelecehan cendrung tidak terjadi (atau sangat sedikit sekali) jika seorang perempuan berpakaian tertutup atau pria menurunkan pandangan kepada wanita.

Sebuah komunitas di Inggris mengatakan sebuah konsep untuk menghindari aksi pelecehan.

women should watch what they wear, how much they drink and where they walk in order to prevent assault. Women have also been told to wear rape whistles and personal alarms for decades. “It also can easily lead to victim-blaming, where victims are made to feel responsible for their own victimization because they did not take the proper precautions.

wanita harus memperhatikan apa yang mereka kenakan, berapa banyak mereka minum (berlakohol/sejenis) dan lokasi atau daerah mereka berjalan untuk mencegah pelecehan. Perempuan juga telah diberitahu untuk memakai peluit dan alarm pribadi selama beberapa dekade. Korban bertanggung jawab atas diri mereka sendiri karena mereka tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Sekarang mari membandingkan 2 metode tersebut.

  1. Kemampuan 2 metoda tersebut dalam mengatasi permasalahan yang lebih mendasar yaitu menurunkan peluang/resiko terjadinya pelecehan. Athena tidak mampu mengatasi permasalahan mendasar. Peluang pelecehan seksual akan tetap relatif tinggi apabila cara berpakaian tetap tidak menutup tubuh. Sedangkan berpakaian dengan menutup tubuh, bersifat preventif yaitu mengatasi permasalahan mendasar sehingga tidak memunculkan niat buruk bagi pria sehingga peluang untuk terjadinya pelecehan seksual sangat rendah sekali. Ada suatu kiasan yang berbunyi ‘ Satu ons pencegahan menghasilkan satu pons Pengobatan’.
  2. Penggunaan Athena, Adanya waktu jeda yang cukup bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Hal ini dapat terjadi terutama apabila pelaku mengetahui bahwa korban memiliki alat tersebut dan cukup dengan dibuang atau dirusak sehingga tidak berfungsi lagi.
  3. Sebelumnya sudah ada sperti safelet dan revolar. Kehadiran athena bukanlah sesuatu yang baru
  4. Athena dijual sebesar 100 dollar (64 euro) sedangkan kain atau pakaian atau bahan untuk penutup tubuh relatif lebih murah Dan dapat dipakai berulang ulang tanpa dalam jangka waktu yang relatif lama.
  5. Tidak semua kota yang menyediakan/ menjual produk Athena, sedangkan pakaian atau bahan yang menutup bentuk tubuh hampir dapat ditemukan kota manapun didaerah yang agak terpencil sekalipun.
  6. Hanya berfungsi pada kota/ daerah dengan tingkat kejahatan seksual tertinggi.
  7. Athena keefektifitasannya baru diukur selama 24 bulan (https://www.indiegogo.com/projects/roar-smart-safety-jewelry-to-reduce-assaults#/) dalam penggunaannya, sedangkan menutup tubuh dengan pakaian yang relatif longgar sudah dibuktikan selama lebih dari 1400 tahun.

Kesimpulan : metoda yang lebih efektif, efisien dan terbukti mampu menurunkan tingkat kejahatan seksual menurut penilaian saya yaitu dengan berpakaian yang menutup tubuh, tidak ketat dan longgar. Cara berpakaian seperti ini tidak hanya dijelaskan dalam islam, tetapi juga dijelaskan dalam agama kristen dan yahudi. Alasan kenapa menutup tubuh bagi wanita dapat dilihat disini.

Semoga bermanfaat

Header : https://flic.kr/p/ooCuh

 

Advertisements

2 thoughts on “Athena dan Hijab| Efektifitas terhadap Pelecehan Seksual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s