Organisme Indikator | Capung atau Ikan Sapu-Sapu ?

Kita bisa belajar banyak dari perilaku, insting, serta pola hidup dari hewan. Termasuk keberadaan sekelompok hewan yang berada disekeliling kita. Keberadaan hewan tersebut memiliki peran, indikator, akibat adanya interaksi dengan lingkungan baik lingkungan tesebut masih asri ataupun sudah terkontaminasi oleh limbah, sampah dan lain baik berupa hutan, sungai, lautan, dan udara sekalipun.

Kita bisa mengukur kejernihan dari sebuah sungai dengan melihat keberadaan dari hewan tertentu yang berada di atau sekitar sungai tersebut. Contohnya, Capung (ordo : Odonata). Capung termasuk ke dalam kelompok insecta (serangga). Untuk mempertahankan keberadaannya dalam sebuah berbagai komunitas organisme lansekap yang luas, capung membutuhkan sungai untuk meletakkan telur. Kandidat sungai yang capung pilihpun tidak sembarangan. Capung sangat-sangat menyukai sungai yang bersih dan airnya jernih untuk menjaga kelansungan hidup dari sang calon capung (Naiat) meskipun ‘sungai’ tersebut tergolong kecil atau belum bisa dikatakan sungai. Jadi keberadaan capung, mesti ada pada sungai dan mutrlak ada jika kita mengaktegorikan sungai tersebut itu jernih. Tidak hanya capung saja, tetapi masih ada beberapa organisme lain yang juga berperan dalam paramater suatu sungai itu berih, asri dan jernih.

Hal sebaliknya juga berlaku jika suatu sungai tercemar dengan limbah pabrik, sampah dan jenis zat lainnya yang menjadikan sungai tidak jernih. Kali Ciliwung di Jakarta, yang sering kita dengan di media cetak atau elektronik merupakan contohnya. Bayangkan saja, airnya tidak bisa dijadikan untuk menyiram tanaman, apalagi sebagai sumber air untuk minum. Kali ciliwung tidak akan pernah kita temukan temukan capung dan hewan lainnya. Yang kita temukan hanya ikan-ikan seperti ikan sapu-sapu. Ikan ini merupakan indikator bagi sebuah sungai yang tercemar. Pencemaran ini disebabkan oleh adanya limbah pabrik, sampah-sampah penduduk sekitar sungai dan lain sebagainya.

Limbah pabrik Karet di Sumbar | Air sungai yang keruh, berbau dan adanya busa-busa getah di tepian sungai.

Limbah pabrik Karet di Sumbar | Air sungai yang keruh, berbau dan adanya busa-busa getah di tepian sungai.

Di Sumatra Barat, kita bisa melihat populasi ikan sapu-sapu telah berada pada tingkat yang tinggi dan akan terus naik jika limbah masih dibuang ke sungai dan mengotori sungai dan tidak ada predator bagi ikan sapu-sapu. Ikan ini bersifat omnivora dan mampu bertahan pada kondisi air yang kotor dan dengan sumber makanan yang berasal dari limbah dan alga yang tumbuh di tepi sungai. Ikan ini sangat melimpah populasinya di sungai yang dekat dengan pabrik karet di Banuaran  dan sekitarnya di Kota Padang.

Bagi kita yang berlokasi di sekitar sungai, jangan membuang sampah baik yang bersifat organik ataupun anorganik. Jika sampah organik seperti lebih baik ditimbun saja, karena akan terurai oleh tanah. Jika sampah anorganik seperti plastik, lebih baik dibuang ke tempat sampah karena plastik tersebut akan di pisah pisah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang akan digunakan kembali untuk berbagai keperluan. Hal ini juga berlaku untuk sebuah masyarakat yang tinggal di suatu daerah. Pemerintah memiliki kewenangan tertinggi terhadap hal ini. Banyangkan saja jika perda tentang manajemen limbah dan sampah di laksnakan dengan pengawasan yang baik dan berlanjut, maka pencemaran sungai dapat ditekan secara signifikan.

Bagaimana dengan keberadaan capung di sungai yang berada di sekitar lokasi rumah kita?

2 SKS Dalam 3 jam Bersama Tante Mien Rumbiak dan Om Max Mirino | Part. 3

Salah satu perjalan terhebat dimulai sewaktu akhir tahun di bulan Desember 2011. Perjalan ke Papua tidak terduga sama sekali. Momennya bisa dibilang pas, yaitu sewaktu akhir tahun 2011. Ada satu hal yang membuat mind set berubah tentang Papua ketika berdiskusi dengan Dosen Antropologi Universitas Cendrawasih, Jayapura Mien Roembiak dan berbincang dengan Salah satu Angggota Dewan Jayapura. Awalnya ketika diriku dan teman-teman (biasanya) ketika mendengan kata PAPUA-IRIAN JAYA-SUKARNAPURA, yang teringat yaitu kehidupan tradisional yang masih bertahan sampai sekarang, berikut dengan pranata sosial sosialnya serta kekayaan alam Papua yang sangat bernilai yang memiliki kandungan logam yang berharga.

Diriku menyimak dengan seksama, Sembari membuka sebuah buku besar sewaktu diskusi dengan beliau (Mien Roembiak) dan gambar-gambar, yang berisi tentang semua bagian dari wilayah  berikut dengan penjelasan suku-suku Tradisionnal Papua. Begitu luar biasanya jumlah suku-suku yang ada di Papua. Yang jelas ada ratusan. Dan masing masing suku memiliki peraturan sendiri, wilayah sendiri dan bahasa sendiri. Ketika beliau menjelaskan, diriku selalu membandingkan dengan budaya yang ada di Sumatra Barat.

Dari segi hutan, Papua diliputi oleh hutan yang sangat lebat. Bahkan, Masih banyak wilayah hutan yang masih belum terjelajahi oleh manusia. Masih sangat-sangat alami. Dari segi keanekaragaman hayati, terdapat spesies yang hanya di temukan di Papua seperti Burung Cendrawasih. Banyak spesies yang belum di klasifikasikan ke dalam taksonomi dan banyak pakar-pakar Biologi, Enviromentalis baik dalam negri dan luar Indonsia, mengadakan penelitian di Papua. Dari segi kekayaan alam, mineral dan barang tambang seperti emas, tembaga dan terdengar informasi tentang adanya Uranium di Papua.

Ternyata tidak ada jaminan yang pasti ketika kekayaan alam yang ada menjamin kesejahteraan rakyatnya. hal ini juga terjadi di Papua. Dengan kekayaaan alam yang begitu besarnya, ternyata tidak dimanajemen dengan baik dan adanya pihak lain ataupun kepentingan-kepentingan lain yang memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga sumberdaya alam yang ada tidak sampai manfaatnya ke tangan masyarakat. Hal ini yang disampaikan oleh Ketua Komisi E DPR Jayapura, Marcus W. Mirino (Sapaan Hangat- Om Max Mirino).  Beliau mengatakan ;

MArcus W Mirino - Ketua Komisi E DPR Jayapura.“ Hasil Bumi yang Papua sumbangkan ke Kas negara itu sangat banyak. 90 % nya itu berasal dari Papua. Tetapi kita hanya menerima hanya 2 % saja. Hanya 2 % saja. Kita memberi 90% dan kita dapat 2 %. Hal ini karena sifat yang desentralisasi. Artinya semua hasil bumi itu disetorkan ke Pusat, kemudian dari pusat yang memanajemen berapa persen yang didapat dari masing-masing propinsi yang ada di Indonesia berdasarkan jumlah penduduk. Hal yang menyebabkan kenapa terjadi perselisihan di bumi Papua. Tidak adanya kesesuaian antara memberi dan menerima.

“Kemudian, ketika terjadi kerusuhan, dengan tewasnya Anggota Polri dan karyawan perusahaan akibat tertembak di salah satu daerah, maka pihak rakyat Papua yang dipersalahkan dengan alasan pihak Rakyat yang memulai kerusuhan tersebut”. Beliau menambahkan, “mana ada rakyat biasa (tradisional) yang terbiasa memegang tombak dan panah, ahli menembakkan senapan (Sniper) dari jarak jauh..! kecuali oleh orang yang telah terlatih”. Hal ini membuktikan, bahwa ada suatu oknum atau pihak yang sengaja membuat sebuah kerusuhan dengan tujuan tertentu agar masyarakat yang dipersalahkan karena isu-isu tentang pemisahan diri Papua dari Indonesia berasal dari rakyat.” Rakyat hanya meminta bagian dari haknya. Itu saja. Mereka meminta hak nya. Hak yang berasal dari wilayah mereka yang orang lain ambil keutungan dari itu dan pihak keamanan mencoba untuk melindungi mereka dari rakyat Papua”.

huf.., Paragraf yang sedikit menegangkan buat ku..

Dari situ terbuka pikiranku tentang Papua. Hal ini berkebalikan dengan apa yang media sampaikan. Sedikit menegangkan ketika berdiskusi. Baru bebrapa sisi lain yang om dan tante coba jelaskan kepadaku tentang Papua. Belum semuanya. Diriku juga menantikan, kapan lagi bisa ketemu dan berbicara panjang lebar lagi dengan tante dan om tentang Papua.

Rencananya : PULAU BIAK..

Di Jayapura | Antara Jakarta dan Biak | Part. 2

Tags

… Dan pintu terbuka, terlihat Tante Ani (sapaan hangat-Johanna Rumbiak) yang sedang berkemas untuk boarding jam 9 malam ini. Hari menunjukkan jam 8 setelah singkat berbincang, kulihat, ada sedikit kemiripan dengan Papa Stev. Dengan kulit yang lebih putih. “ tante apa kabar? Senang bisa bertemu dengan tante” sahutku “. “Baik dan sehat ” sahut beliau. Eiffelt silahkan makan dulu sebelum kita berangkat.

Kemudian hari telah menunjukkan jam 08.30 malam. “Eiffelt kita siap-siap untuk berangkat” kata beliau. Kubawa koper dengan ukuran menegah dan tas kecil, keluar dari hotel dan langsung berangkat ke bandara dengan waktu 40 menit. Hal ini karena jarak hotel dan bandara lumayan dekat. Kemudian kita berangkat bersiaap-siap boarding jam 9-an.

Perjalanan ke Makasar:

Hhmm. Perjalan terjauhku sebelum mencapai Biak dan Jayapura. Yang teringat sewaktu perjalanan hanya kota Makasar. “Seperti apa ya bentuk bandaranya? Mewah atau sama dengan BIM (Bandara Internasional Minangkabau)”. Kemudian teringat lagi tentang perkataan dari “teman seangkatan” di Pascasarjana Unand yang menceritakan sedikit tentang kampung halamannya di Makasar.

Waktu tuk landing kian dekat. Ku mulai memperhatikan lewat jendela kecil disampingku. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya kilatan lampu yang berwarna warni. Kotanya seperti terawat dangan baik, ya meskipun hanya malam hari, kita bisa membayangkan sedikit bagaiamana tata letak bangunan, jalan, taman dan lainnya dengan melihat keserasian letak lampu yang terlihat dari kejauhan.

Yup. Sampai di Kota Makasar. Curious…!! Ku sengaja turun dari pesawat untuk melihat segala macam “isi” dari Bandaranya walaupun sudah setengah capek. Ku sholat terlebih dahulu secara jamak Dan Tante Ani sembari mencari toko pakaian (karena tumpahan minuman sewaktu d pesawat) yg masih buka. Setelah selesai, ku pergi ke gate 5. Tidaka da aktivitas yang terasa spesial di waktu itu. sembari menunggu tante Ani datang, kuputar kepala dengan angle 360o untuk meihat segala macam isi bandara. Kesimpulannya adalah (i) Bandaranya luas (ii) Desain interior lumayan bagus, dengan konsep minimalis, tapi ada sisi yg bisa dimanfaatkan untk ruang hijau, kolam, dll. Setelah tante ani datang, kebetulan waktu transit telah habis. Ku langsung ke pesawat lagi. Jam sudah menunjukkan pukul…??/ pukul berapa ya..? sepertiya dini hari. Kemudian kita bertolak ke Biak.

Singkatnya, kita sudah sampai di Bandara Biak. Yup. Bandara Frank Kasiepo. Setelah sampai di ruang tunggu, ku bertanya dengan nada biasa. “Tante Ani, Frank Kasiepo itu siapa? Aktivis atau politikus atau lainnya?”

ternyata beliau adalah..

Di Jayapura | Part. 1

Setelah hubungan tak berkabar selama hampir 20 tahun, hari ini ku coba pererat lagi ikatan itu dengan keluargaku yang jauh nun disana. kita belum pernah saling mengenal, tetapi hal itu bisa dijelaskan dengan hubungan darah antara anak dengan orang tua, saudara-saudari dari ayah.

Perjalanan yang dimulai dari Padang-Jakarta-Makasar-Biak-Jayapura terselesaikan dalam waktu 12 jam. dimulai dari jam 15.15 – 04.00 Waktu Indonesia Barat.

Handphone berdering menandakan ada pesan yang masuk. setelah di lihat ternyata dari tante Ani (adik Papa Stev). isinya “Eiffelt, nanti kita ketemu di hotel Grand Tropik-S. Parman ruang 501. Ketika sampai di bandara, hubungi bapak ini ya. Beliau sudah menunggu di gerbang  A1″.  Kita belum pernah ketemu sebelumnya. Sebelumnya kita hanya berbicara dan ber ‘SMS’an dengan Handphone saja.

Singkat cerita, ku telah berada di hotel. Sambil menghampiri lobby, diriku membayangi seperti apa rupa dan bagaimana sambutannya. “Ah tidak perlu membayangkan. Just make it flow” sembari berjala menuju kamar 501. Didepan sambil menekan tombol bel. Terdengar suara langkah kaki. Pintu pun terbuka,

dan….

S.P.E.E.C.H.L.E.S.S – DAY

Speechless2 weeks has gone. The time has come for me to be a speaker of presentation about daily activities in front of the class with small group master program in english. I remember, the lecturer didn,t allow us to bring note book or even a small note. I am sure that I can be a speaker in my daily activities presentation without remembering any detail words. Besides, I often to be a MC on Seminar, of course, it didn’t mean a problem for me. That made me confident. I just wrote some template. When the lecturer called me to be a first speaker, she Said “ Who is the first speaker today? Is anybody to be voluntary? Ok. Eiffelt, u first” I was shocked. I refused for several reasons and in the end she called my friend to be a first speaker. Then, when she finished her daily activities presentation, she called for second times. “ Eiffelt, your turn now ” I took a deep breath and I released slowly. First, I said hello for them then I start to presentation. I thought that everything works. Nothing was going to change. But, something was happened. Suddenly, I was nervous. My body little bit cold and wet. Breathless. I tried to remember, but I couldn’t. even one single word. SPEECHLESS totally. “OH MY GOD” I said. The lecturer asked her student to give several questions for me. 1,2,3 questions came to me and I answered that questions but still I can’t remember. Finally, the lecturer asked me to sit and she said “good job eiffelt. your english is good and let give him applause. Since that time, I punish my self by writing a article in english and publising in 2 days. This punishment for me not take something for granted even a small things.

Kurikulum Bahan Ajar SD, SMP, SMU | Ilmu Lingkungan

EnvironmentSudah lama teringat(dan mudah-mudahan) bahwa Bahan Ajar Ilmu Lingkungan untuk siswa SD-SMU dapat disetujui baik berupa teori ataupun di lapangan. untuk meningkatkan pemahaman tentang lingkungan sekitar. seringkali lingkungan hanya didasarkan pada wilayah geografis saja, sehingga ilmu atua wawasan lingkungan tidak tercapai. beberapa pakar juga menyebutkan, tak lebih dari 5 persen dari bahan ajar yang ada kaitannya dengan ilmu lingkungan. ada beberapa hal mendasar, kenapa bahan ajar ini diberikan tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi dalam bentuk aplikasi baik d lapangan atau membuat karya ilmiah seperti yang dilakukan oleh siswa SMU, anatara lain yaitu

1. Menjadikan isu lingkungan (climate change, laut, daratan, limbah, daur ulang sampah dan hutan, Reboisasi lain sebagainya) menjadi bahagian yang penting. tidak saja bagi orang yang berprofesi pemerhati lingkungan, tetapi juga mengikut sertakan murid SD-SMU dalam aplikasinya.

2. Membuat sebuah masyarakat yang peduli terhadap lingkungan yang dibentuk dan di bina mulai dari SD-SMU sesuai dengan kemampuan pada masing masing tingktat. Bayangkan jika masayarakat ini  dapat dibentuk tidak hanya dalam satu wilayah atau Propinsi, tapi seluruh wilayah Indonesia, kerja kerja pemerintah akan terbantu. Bahkan mungkin tidak perlu adanya program yang ditawarkan pemerintah. ha ini timbul karena masyarakat ini bergerak berdasarkan hati nurani dan telah menjadi sebuah kebiasaan serta membudaya yang dibentuk dari masih anak-anak. jadi kuncinya : meningktkan pengetahuan dan kesadaran terhadap lingkungan, mulai dari anak anak sampai dewasa.

Dari Pengetahuan hingga Aksi

Dengan tujuan simple ini, penulis yakin banyak tujuan, agenda, misi yang akan tercapai baik yang berhubungan dengan lingkungan itu sendiri atau tidak. akan ada dampak dampak atau “cipratan-cipratan yang saling terkait satu sama lain. lingkungan juga ada kaitannya dengan pertanian (pangan, ketahanan pangan, organic manure, organic farming), keanekaragaman hayati (biodiversitas), Hutan, 3 R bagi sampah (Reduce, Reuse, Recycle), Climate change, Tambang Fosil dan non Fosil, energy non fosil dan banyak hal. naiknya tingkat Kesejahtearaan manusia juga merupakan cipratan kecil dari aplikasi ini, belum lagi tentang sosial, ekonomi, politik dan lain sebagainya. Bukankah erat kaitannya dengan ilmu lingkungan?

Penulis juga menyadari bahwa tidak semua manusia mesti berhadap langsung atau berprofesi dengan hal-hal lingkungan. tetapi masing masing kita mampunyai peran yang besar dan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan dilakukan bersama sama kareana telah memiliki kesadaran lingkungan, demi terciptanya lingkungan yang sehat bagi diri kita atau orang lain dan juga untuk masa depan.

Tes Panduan Akademik | Pengertian dan Tips serta Trik

Test Potensi Akademik

Test Potensi Akademik

Test Panduan Akademik (TPA) merupakan sebuah test yang dilakukan untuk mengetahui seberapa tinggi  tingkatan atau potensi seseorang dalam bidang akademik. Biasanya tes ini dilakukan bagi orang yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 (magister) atau S3 (Doktor). Tetapi pada hari ini, tes ini juga dilakukan pada para pelamar pekerjaan di bidang pemerintahan (PNS) ataupun dalam sebuah lembaga atau instansi luar pemerintah, yang ingin merekrut pekerja.

Pada tes ini dibagi atas 3 macam yaitu

  1. test verbal yang lebih menitikberatkan  kepada hal  hal yang bersifat umum, seperti mengetahui  kesimpulan, ide pokok, rumusan permasalahan dari sebuah paragraph. Soal 70 dan Waktu 20 menit
  2. Test hitungan dan nalar. test ini terdiri atas hitungan dan logika (pola dari sebuah urutan angka). Terdiri dari matematika yang bersifat umum sampai dengan yang mengikutsertakan nalar . Dlm sesi ini, juga mengukur logika dari 2 hal yang berbeda yang terdiri atas angka dan kemudian ditarik kesimpulan dari 2 hal yang berbeda tersebut. Dalam sesi ini, otak kanan yang lebih banyak bekerja. Soal  55 buah dan waktu 70 menit
  3. Test gambar.

Test ini menggunakan gambar gambar yang berpola. Kemudian dipilih jawaban berikutnya sesuai dengan pola tersebut. Bagi orang yang biasa menggunakan otak kiri, hal ini tentu mudah. Soal  50-60 buah waktu 50-60 menit.

 

Tips dan trik mengerjakan soal TPA

T I P S

  1. Sebelum Test
    1. Contoh contoh soal TPA sangat membantu bagi yang ikutan test ini. Bagi yang belum pernah sama sekali hal ini sangat dianjurkan sekali. Sekurang kurangnya kita mengetahui seperti apa bentuk soalnya. Bagi yang pernah mengikuti test ini, tentu tidak ada masalah dengan hal tersebut, tetapi lebih baik untuk sedikit diulang-ulang kembali, agar memiliki keseimbangan dalam potensi otak dan juga masing masing kita memiliki kecendrungan otak kiri atau kanan .
    2. bagi yang lemah dalam otak kanan, sebaiknya lebih sering melatih dengan soal yang angka angkanya lebih banyak  (matematika) dan bagi yang lemah dalam otak kiri, sebaiknya lebih dintensifkan dengan gambar gambar berpola. Latihan tersebut juga akan terasa baik jika kita juga befokus pada latihan keseluruhan untuk mendapatkan nilai terbaik.
    3. Siapkan sehari sebelumnya, berupa alat alat yang butuhkan seperti pensil 2B dan penghapus yang terstandarisasi, dan papan alas ujian.
    4. Istirahat yang cukup atau usahakan tidur lebih awal dengan harapan paginya lebih segar dan dapat berkonsentrasi dengan maksimal.
    5. Do’a
  2. Hari test
    1. Usahakan makan pagi untuk cadangan energy sewaktu test.
    2. Usahakan datang 20-30 menit dari jadwal yang telah ditetapkan, karena waktu tersebut digunakan untuk mencari tempat duduk sesuai dengan no ujian, atau kelompok.
    3. Pastikan sebelum ujian, selesaikan semua ‘ keperluan’ di toilet, karena hal ini merupakan ganguan terbesar dalam  test apa saja. Karena waktu banyak terpakai (5 menit sangat berharga) dan membuyarkan konsentrasi. Dianjurkan tidak memakan makanan yang dapat membuat sakit perut baik di malam hari ataupun paginya.
    4. Persiapakan alat-alat yang dibutuhkan dan duduk dengan rileks dan santai.

T R I K

  1. Kerjakanlah soal soal yang dianggap lebih mudah karena lebih irit dalam menggunakan waktu, apalagi jika telah masuk dalam tes hitungan.
  2. Jika tida tidak tahu jawabannya atau ragu-ragu lebih baik dikosongkan saja. Jawaban yang kosong, tidak dihitung karena nilainya 0.
  3. Jika benar nilianya +4 dan jika salah -1

Selamat berlatih dan mengikuti test

Sumatra Barat | Potensi Pupuk Organik

Sampah organik

Sampah Organik

Sumatra Barat merupakan salah satu penghasil sayuran di Indonesia. Hampir seluruh jenis sayuran yang di budidayakan indonesia, mampu dihasilkan di Sumatra Barat karena hampir seluruh daratan di Sumatra Barat bisa ditanami berbagai jenis hortikultura (sayuran), Perkebunan ataupun Florikultura (bunga-bungaan).  Hal in merupakan potensi yang luar biasa apabila diolah dengan baik mulai dari pratanam sampai pasca panen. di tambah dengan semakin tingginya minat dari warga lokal ataupun dari luar Sumatra Barat sendiri. tentu hal ini manjadi pendapatan dalam mencapai keadilan dan kesejahteraan masyarakat. tentu kondisi tersebut adalah situasi ideal.

dilain pihak dengan terjadinya peningkatan jumlah pangan yang diminta, ternyata menyisakan tantangan lain seperti halnya sayuran yang tidak laku terjual.  sisa sisa sayuran tersebut hanya terbuang begitu saja. Pasar-pasar tradisional di Sumatra Barat, pada umumnya selalu menyisakan sampah yang berasal dari hasil penjualan, kemudian tidak terjual dan akhirnya dibuang. Jika kita melihat ke belakang bagaimana prosesnya mulai dari awal sampai bisa di panen, membutuhkan waktu serta input (pupuk, pestisida organik) dan manajemen lahan lainnya.

Tentu dengan tantangan tersebut, sampah-sampah organik tersebut dapat di alihkan atau sebagai bahan utama dalam menghasilkan pupuk organik, yang merupakan pengganti pupuk konventional yang dapat merusak tanah secara fisik, biologi dan kimia. Hari ini para petani di indonesia, selalu kekurangan pupuk dan ketergantungan terhadap pupuk yang tersedia di pasaran. hanya sedikit sekali yang mau berimprovisasi dengan mencari alternatif lain seperti pupuk yang berasal dari kotoran ternak, daun-daunan dan lain sebagainya. bayangkan hampir setiap harinya para petani, memasok hasil panennya ke pasar-pasar tradisional, setiap hari gunungan sampah sayur-sayuran yang dikirim ke TPS akhir. Bayangkan jika sampah tersebut diolah kembali menjadi pupuk, akan ada multi manfaat yang bisa diraih.

1. Mengurangi jumlah sampah pada TPS akhir.

2. Penambah stok pupuk dan dapat mengganti pupuk konventional.

3. Memperbaiki kondisi tanah tanpa membahayakan bagi lingkungan serta bermanfaat bagi tanaman.

Pemanfaatan limbah organik di Bali manjadi pupuk organik

Leaf Blight Bacteria (Xanthomonas axonopodis pv allii ) on Shallot in Rejang Lebong District, Bengkulu Province

EPIDEMIC LEVEL OF LEAF BLIGHT BACTERIAL CAUSED BY Xanthomonas axonopodis pv. allii ON SHALLOT (Allium ascalonicum. L) IN BENGKULU PROVINCE

ABSTRACT

Rumbiak, Julio Eiffelt Rossaffelt. 2011. Epidemic level of  leaf blight bacterial caused by Xanthomonas axonopodis pv. allii on shallot (Allium ascalonicum) in Bengkulu Province. Thesis. Agriculture faculty. Andalas University. Padang. Indonesia

The research epidemic level of leaf blight bacterial was caused by Xanthomonas axonopodis pv. allii on shallot (Allium ascalonicum. L) in Bengkulu province has been conducted in shallot central production, Microbiology Laboratorium and Green House of Plant Pest Diseases Department, Agriculture Faculty, Andalas University among February and July 2010. The aims of this research are to measure the epidemic level of Xanthomonas axonopodis pv.allii caused leaf blight bacterial on shallot production center in Bengkulu Province.

This reseach was arranged by survey method and descriptive analitic in laboratorium. Sample were taken with Stratified Purposive Sampling technique and locations were chosen in Rejang Lebong District which center production of shallot at Bengkulu Province. Each shallot fields, 50 samples had been chosen by using diagonal as guidelines and from this field samples had been taken shallot samples including shallot tuber, leaf and soil that predicted contamination by Xaa with symptoms were appearances. Monitoring on this samples were percentage and intensity level and identifying such as morphology and physiology of Xaa

The result indicated that Xanthomonas axonopodis pv. allii as causing agent of Leaf Blight bacterial had spread with variation against level between 32,27 % – 46,89 % of Percentage and 23,92 % – 41,006 % of Intensity. 4 bacteria isolates (BURL,BURRL,SKRL,BRRL) had been isolated from shallot with symptom appearances on leaf in Rejang Lebong District, Bengkulu Province Bengkulu as central production shallot, showed the similarity with morphology and physiology of Xaa.

Key Words : Xaa, Stratified Purposive Sampling, Percentage and Intensity level.

for more information, please contact me at julio_eiffelt@yahoo.com

Facebook [Part 1] | Antara Ketaatan dan Permintaan

FacebookMemang tak semua media, sepenuhnya bermanfaat bagi user-user situs jejaringan. Sama halnya dengan facebook. Beberapa tahun yang lewat, ulama indonesia sepakat bahwa, media jejaringan seperti facebook dilarang dengan berbagai pertimbangan. Salah satu contohnya, adanya tindakan criminal yang berawal dari akun tersebut seperti kasus penipuan, orang hilang, dan lain sebagainya. Karena hal itulah ulama menghimbau (khususnya umat islam) agar tidak menggunakan situs tersebut dengan berbagai pertimbangan baik dan buruk baik bagi account user atau. Dalam posting kali ini saya tidak membahas kekurangan2 facebook.

Teman, teman sesama jurusan juga berkali kali menanyakan, “punya facebook ga?” Atau “Bang apa alamatnya facebooknya?” Semua pertanyaan itu ku jawab dengan simple saja. Tidak tuh. Kemudian rentetan pertanyaan pun dimulai. “Kenapa bang?” Jika yang bertanya si ikhwan yang dirasa kenal, maka di jawab dengan, “ulama kita berfatwa bahwa facebook hukumnya haram. Jadi ana tidak ada punya akun faceebook. Nah setelah menjawab yang satu ini muncul pertanyaan baru lagi dari si ikhwan. Tapi bagi yang bertanya dari amah atau teman2 jurusan, kujawab belum ada tuh. Atau hal yang senada dengan itu. dan rata2 mereka tidak bertanya yang macem macem setelah itu.
Kemudian ikhwan tersebut balik bertanya, “bukankan facebook itu juga bisa digunakan dengan untuk dakwah? Coba lihat ustadz/dzah itu, beliau itu user akun facebook lho!” Kujawab, “Ana hanya menghormati keputusan para pewaris nabi. Terserah apakah itu nantinya baik untuk umat atau tidak, tetapi lebih mengendepankan Ketaatan. Dan juga tidak mungkin para pewaris nabi tersebut mengeluarkan fatwa yang tidak2 apalagi yang bertentangan dengan akidah yang tidak bisa di tawar tawar.”

Facebook Untuk Keluarga.
Setelah beberapa tahun bertahan dengan keputusan tersebut, akhirnya datang permintaan dari orang tua yang meminta agar saya membuat akun di facebook. Setelah kusampaikan alasan kenapa saya tidak membuat akun tersebut -, umi menyampaikan, “facebook ini khusus untuk keluarga saja yang jauh di P***A sana sebagai sarana pemberi dan menerima informasi dan pengingat selain sms dan cellular phone dan juga dapat mengetahui aktivitas tanpa menanyakan terlebih dahulu.”

Ummi, untuk sekali ini saja ya.
Akhirnya setelah berfikir panjang, dengan sedikit berat hati ku buat akunku di facebook. Jika bukan Karena umi, mungkin hari ini masih bertahan dengan statemen ku. Jika yang meminta itu saudara perempuanku, tetap saja “tidak..!!“, apalagi teman-teman. setelah berfikir mendalam tentang kegunaannya dan juga berfikir hal ini juga bukan hal yang menyangkut akidah. Tapi tetap saja, berat hati untuk membuatnya karena bertentangan dengan hati nurani.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.